SIAPAKAH JENDERAL KOHLER 147 Tahun yang lalu – 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang terhadap Kerajaan Aceh Darussalam serta mengirimkan pasukan ekspedisi dipimpin Jenderal Johan Herman Rudolf Kohler. Jenderal Kohler adalah seorang Yahudi dari ordo elit Lucifer . Hal ini terbukti dengan adanya symbol setan berupa ular yang menggigit ekornya sendiri (ourobros symbol). Secara garis besar, Perang Aceh meliputi: Perang Kekuatan Kohler bersama 3198 serdadu infanteri, 100 kavaleri berkuda, 168 opsir, dan 1000 orang hukuman mendarat di Pantai ceureumen pada Senin pagi, tepatnya 6 April 1873. Kekuatan armada Belanda kala itu terdiri 6 kapal perang, 2 kapal angkutan laut, 5 barkas, 8 kapal patroli, 1 kapal komando, 6 kapal logistic. Sedangkan dari pihak Aceh Darussalam yang menghadang pasukan Belanda adalah 3000 pasukan. Perang Psychology Zentgraaf penulis buku ‘Atjeh’ (1938) menggambarkan kondisi perang Aceh begitu dahsyat hingga membuat serdadu Belanda mengalami gangguan jiwa ...
Postingan populer dari blog ini
HIDUP UNTUK MEMBERI
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta . Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi. Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, k...
Kebahagiaan Dalam Memberi
Suatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama rekannya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja dihutan. Sang mahasiswa berpaling pada rekannya seraya berkata, "Bagaimana kalau kita sembunyikan sepatunya,lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian." Rekannya itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang2 dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang kedalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut." Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan rekannya,lalu mereka bersembunyi di balik semak2. Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya,ia merasakan ada benda yg mengganjal...
Komentar